Sun-Sal Streaming Video

Live!

Minggu, 26 April 2015

Adab dan Tata Cara Sholat Yang Sempurna

سمع ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺃﺑﻮ ﻳﻮﺳﻒ ﻭﻫﻮ أقوى ﺗﻼﻣﻴﺬ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺃﻥ ﺷﺎﺑﺎ ﻳﺪﻋﻰ ﺣﺎﺗﻤﺎ ﺍﻷﺻﻢ ﻳﺘﺤﺪﺙ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻋﻦ ﺍﻟﺰﻫﺪ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﺘﻼﻣﻴﺬﻩ : ﻫﻠﻤﻮﺍ ﺑﻨﺎ ﻧﺬﻫﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻓﻨﺴﺄﻟﻪ ، ﻓﺈﻥ ﺃﺟﺎﺑﻨﺎ ﺟﻠﺴﻨﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﻧﺴﺘﻤﻊ

Abu Yusuf (murid imam Abu Hanifah yang terkuat) mendengar bahwa seorang pemuda mengaku sebagai Hatim Al asom yang sedang berbicara di dalam masjid tentang zuhud. Maka beliau berkata pada murid-muridnya : mari kita pergi kepada pemuda tsb dan kita tanyai dia, kalau dia menjawab kita duduk dan kita dengarkan.

ﻓﻠﻤﺎ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺳﺄﻟﻪ :
ﻳﺎ ﺷﺎﺏ ﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ ؟
Maka ketika Abu Yusuf sudah masuk masjid, beliau bertanya pada pemuda :
wahai pemuda berilah kabar kepadaku tentang sholat?  
ﻓﺮﺩ ﺣﺎﺗﻢ ﺍﻷﺻﻢ ﻭﻗﺎﻝ :
ﺃﺗﺴﺄﻟﻨﻲ ﻋﻦ ﺁﺩﺍﺑﻬﺎ ﺃﻡ ﻋن ﻛﻴﻔﻴﺘﻬﺎ ؟
Maka Hatim menjawab dan berkata :
apakah kamu bertanya tentang adab-adabnya sholat atau tentang tata caranya?

ﻓﺘﻌﺠﺐ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻭ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﺠﺒﺎ ، ﺳﺄﻟﻨﺎﻩ ﺳﺆﺍﻻ ، ﻓﺠﻌﻠﻪ ﺍﺛﻨﻴﻦ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﻟﺤﺎﺗﻢ : ﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﻋﻦ ﺁﺩﺍﺑﻬﺎ
Maka sang Qodhi pun takjub dan berkata pada dirinya “kami bertanya padanya satu pertanyaan dan dia menjadikannya menjadi dua”, lantas sang Qodhi berkata kepada Hatim : beritahu aku tentang adab-adabnya
ﻓﻘﺎﻝ ﺣﺎﺗﻢ :
ﺁﺩﺍﺑﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﻘﻮﻡ ﺑﺎﻷﻣﺮ ﻭ ﺗﻤﺸﻲ ﺑﺎﻻﺣﺘﺴﺎﺏ ﻭ ﺗﺪﺧﻞ ﺑﺎﻟﻨﻴﺔ ﻭﺗﻜﺒﺮ ﺑﺎﻟﺘﻌﻈﻴﻢ ﻭ ﺗﻘﺮﺃ ﺑﺎﻟﺘﺮﺗﻴﻞ ﻭ ﺗﺮﻛﻊ ﺑﺎﻟﺨﺸﻮﻉ ﻭ ﺗﺴﺠﺪ ﺑﺎﻟﺨﻀﻮﻉ ﻭ ﺗﺘﺸﻬﺪ ﺑﺎﻹﺧﻼﺹ ﻭ ﺗﺴﻠﻢ ﺑﺎﻟﺮﺣﻤﺔ
Hatimpun berkata :
adapun adab-adabnya yaitu kamu berdiri dengan perintah, berjalan dengan mengharap pahala, masuk dengan niat, takbir dengan rasa penghormatan, membaca dengan tartil, rukuk dengan khusyuk, sujud dengan khudlu’, tasyahud dengan ikhlas dan salam dengan rahmat
.
ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺃﺑﻮ ﻳﻮﺳﻒ : ﻓﺄﺧﺒﺮﻧﻲ ﻋﻦ ﻛﻴﻔﻴﺘﻬﺎ
Kemudian Qodhi Abu Yusuf berkata : berikabar aku tentang tata caranya
ﻗﺎﻝ ﺣﺎﺗﻢ :
ﺗﺠﻌﻞ ﺍﻟﻜﻌﺒﺔ ﺑﻴﻦ ﺣﺎﺟﺒﻴﻚ ﻭﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ ﻧﺼﺐ ﻋﻴﻨﻴﻚ ﻭ ﺍﻟﺼﺮﺍﻁ ﺗﺤﺖ ﻗﺪﻣﻴﻚ ﻭﺍﻟﺠﻨﺔ ﻋﻦ ﻳﻤﻴﻨﻚ ﻭ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻋﻦ ﺷﻤﺎﻟﻚ  ﻭﻣﻠﻚ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺧﻠﻔﻚ ﻳﻄﻠﺒﻚ ﻭ ﻻ ﺗﺪﺭﻱ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﺃﻗﺒﻠﺖ ﺻﻼﺗﻚ ﺃﻡ ﺭﺩﺕ ﻋﻠﻴﻚ
Hatim pun menjawab :
tata caranya yaitu kamu menjadikan ka’bah ada diantara kedua alismu, mizan (timbangan amal) di depan kedua amatamu, sirod berada dibawah kedua telapak kakimu, surga di sebelah kananmu, neraka di sebelah kirimu, malaikat maut di belakangmu sedang mengintai kamu, dan kamu tidak mengetahui setelah itu apakah sholat kamu diterima atau dikembalikan kepadamu (ditolak)

ﻓﺴﺄﻟﻪ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ : ﻣﻨﺬ ﻛﻢ ﺗﺼﻠﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺼﻼﺓ ؟
ﻓﺮﺩ ﺣﺎﺗﻢ : ﻣﻨﺬ ﻋﺸﺮﻳﻦ ﺳﻨﺔ
ﻓﺎﻟﺘﻔﺖ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺃﺑﻮ ﻳﻮﺳﻒ ﻷﺻﺤﺎﺑﻪ
ﻭ ﻗﺎﻝ ﻫﻠﻤﻮﺍ ﺑﻨﺎ ﻧﻘﻀﻲ ﺻﻼﺓ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺳﻨﺔ ﻣﻀﺖ
Mendengar jawaban yang mengagumkan maka sang Qodhi bertanya kepada Hatim : sejak kapan engkau sholat dengan tata cara sholat seperti ini? sejak 20 th yang lalu, jawab Hatim.
Maka Qodhi Abu Yusuf menoleh kepada teman-temannya dan berkata : mari kita qodho’i sholat 50 th yang lalu.

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﺟﻌﻠﻨﺎ ﻣﻤﻦ ﻳﻘﻴﻤﻮﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﺂﺩﺍﺑﻬﺎ ﻭﻛﻴﻔﻴﺘﻬﺎ....

Rabu, 22 April 2015

Hukum اعراب , Majrur, & Isim Yang Kemasukan Alif Lam (ال)

Pengertian tentang Kalam dalam istilah nahwu sudah kita pelajari begitu juga tanda-tanda isim. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang macam-macam اعراب  (I’rob), isim yang kemasukan huruf jer dan isim yang kemasukan alif dan lam ( ال... ).

Mari kita mulai…. 
 
·         Hukum I’rob Ada 4
  1. Rofa’ tanda asalnya Dhommah
  2. Nasob, tanda asalnya Fathah
  3. Jer, tanda asalnya Kasroh
  4. Jazem, tanda asalnya sukun


·         Isim yang dimasuki huruf Jer disebut MAJRUR, hukumnya jer, tanda jer diantaranya Kasroh
Hafalkan !
فِي اْلمَسْجِدِ    Di dalam masjid
    فِي          : adalah huruf jer
 المسجدِ    : dibaca jer karena ada huruf jer  yaitu في,           
 tanda jer nya kasroh.


Yang Perlu Kita Ingat
Isim yang dimasuki AL  ( ال ) tidak boleh ditanwin
Contoh : Ke masjid    إِلىَ مَسْجِدٍ
    الى     : adalah huruf jer
مسجدٍ : dibaca jer karena ada huruf jer, yaitu إلى,  tanda jer nya   
               kasroh. ) dengan tanwin karena tidak ada ال )                                 
Ke masjid    إلى اْلمَسْجِدِ
       الى : adalah huruf jer
 المسجدِ : dibaca jer karena ada huruf jer, yaitu إلى, tanda jer nya   
         kasroh.) tanpa tanwin karena ada ال)

Nah,, itu tadi penjelasan tentang hukum I’rob, majrur, dan isim yang kemasukan (ال). Cukup sekian dulu pelajaran kita kali ini, semoga bermanfaat, amiin….
Copyright © 2015 . Powered by catatan kita.